Ikan Toman Lebih Dekat: Habitat, Karakter Predator, Budidaya, dan Perawatan

ikan toman

Kalau bicara ikan predator air tawar di Asia Tenggara, nama toman hampir selalu masuk paling depan. Ikan ini bukan cuma besar, tetapi juga punya tampilan yang kuat sejak masih muda. Di banyak daerah, toman dikenal sebagai ikan liar yang gesit, rakus, dan sangat percaya diri di perairan rawa, sungai, dan danau. FishBase mencatat toman sebagai Channa micropeltes, sedangkan Britannica menempatkan snakehead sebagai kelompok ikan air tawar bertubuh panjang dengan mulut besar dan sifat karnivor.

Menariknya, ikan toman bukan sekadar “gabus besar.” Dari bentuk tubuh, warna saat muda, cara berburu, sampai kemampuannya hidup di air miskin oksigen, ikan ini punya banyak hal yang membuatnya berbeda. USGS menyebut giant snakehead sebagai predator siang hari yang hidup di perairan dalam, tenang, atau alirannya lambat, sementara FishBase mencatat spesies ini sebagai obligate air-breathing fish atau ikan yang memang membutuhkan udara atmosfer.

Mengenal Ikan Toman Lebih Dekat

Secara ilmiah, toman bernama Channa micropeltes dan termasuk famili Channidae. Nama internasionalnya yang paling umum adalah giant snakehead. FishBase menyebut spesies ini tersebar di Asia Tenggara dan hidup di sungai dataran rendah, rawa, kanal besar, serta badan air yang tenang atau mengalir lambat. AGRIS juga merangkum persebarannya di Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian utara.

Kalau ingin melihat gambaran cepatnya, tabel ini cukup membantu.

Keterangan Data
Nama umum Ikan toman
Nama ilmiah Channa micropeltes
Nama Inggris Giant snakehead
Famili Channidae
Tipe habitat Sungai, rawa, danau, waduk, kanal
Karakter utama Predator air tawar, tubuh panjang, kepala besar
Pola air favorit Tenang atau aliran lambat
Kemampuan khusus Menghirup udara atmosfer
Makanan utama Ikan lain, krustasea, katak, dan hewan air kecil

Data dasar ini merujuk pada FishBase dan USGS species profile untuk giant snakehead.

Ciri-Ciri Ikan Toman

Kalau melihat toman dewasa, kesan pertama yang muncul biasanya besar dan padat. Tubuhnya memanjang, kepalanya lebar, mulutnya besar, dan barisan giginya membuat ikan ini terlihat jelas sebagai predator. Britannica menjelaskan snakehead secara umum memiliki tubuh memanjang, mulut besar, serta sirip punggung dan sirip dubur yang panjang. Itu sangat cocok dengan tampilan toman di lapangan.

Yang membuat toman makin menarik justru ada pada fase mudanya. Saat masih kecil, warna tubuh toman jauh lebih mencolok dibanding saat dewasa. Sumber yang dirangkum USGS dan halaman spesies lain menyebut juvenil Channa micropeltes berwarna merah atau jingga dengan garis gelap memanjang di sisi tubuh. Setelah tumbuh besar, warna terang itu memudar dan berubah menjadi dominan gelap kebiruan di bagian atas dengan sisi tubuh yang lebih pucat.

Soal ukuran, toman memang bukan ikan kecil. Animalia merangkum ukuran hingga sekitar 1,5 meter dan berat sampai sekitar 20 kilogram, sementara beberapa sumber populer menyebut potensi lebih panjang lagi. Untuk artikel informasional yang aman, menyebut toman sebagai salah satu snakehead terbesar sudah cukup akurat.

Ada satu hal lain yang sering membuat toman mudah dikenali, yaitu gerakannya. Saat berburu, ikan ini tidak terlihat ragu. Ia cenderung langsung mengejar, menyergap, lalu menelan mangsa yang ukurannya masih masuk akal untuk mulutnya. Karena itu, di banyak tempat toman dianggap sebagai predator air tawar lokal yang benar-benar dominan.

Habitat Ikan Toman

Toman tidak identik dengan arus deras. Justru sebaliknya, ia lebih sering dikaitkan dengan perairan yang relatif tenang, dalam, dan kaya vegetasi. FishBase menyebut toman ditemukan di sungai dataran rendah dan rawa, sering berasosiasi dengan perairan yang dalam, diam, atau mengalir lambat. USGS juga menekankan bahwa giant snakehead menyukai danau, waduk, kanal, dan sungai dengan karakter serupa.

Itu sebabnya toman sering dibahas bersama rawa banjiran, danau tepi sungai, kanal besar, sampai perairan air hitam. Vegetasi punya peran penting di habitatnya. Tinjauan AGRIS menyebut vegetasi menjadi faktor lingkungan yang penting bagi kesesuaian habitat giant snakehead. Ini masuk akal, karena ikan predator seperti toman membutuhkan ruang berlindung, area menyergap mangsa, dan tempat aman untuk memijah.

Satu hal yang membuat toman tahan di habitat seperti itu adalah kemampuannya bernapas langsung dari udara. Britannica menjelaskan snakehead dapat menghirup udara atmosfer dengan bantuan rongga vaskular di dekat insang, sementara FishBase secara spesifik menandai Channa micropeltes sebagai obligate air-breathing. Karena itu, toman bisa tetap bertahan di air yang kadar oksigennya rendah.

Persebaran Ikan Toman

Toman sangat dekat dengan kawasan Asia Tenggara. FishBase, IUCN, dan AGRIS sama-sama menempatkan spesies ini di wilayah seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. IUCN juga menyebut spesies ini masih tersebar luas dan secara global berstatus Least Concern, meskipun kualitas habitat di beberapa tempat bisa tetap mengalami tekanan.

Dalam konteks Indonesia, toman bukan ikan asing. Ia justru cukup lekat dengan citra sungai rawa dan danau di Sumatra serta Kalimantan. AGRIS secara eksplisit menyebut persebaran di Sumatra, Bangka Belitung, Kalimantan, dan Jawa utara. Jadi kalau toman terasa sangat “lokal” buat pembaca Indonesia, itu memang ada dasar sebaran alaminya.

Cara Hidup Ikan Toman

Kalau ada satu kata yang paling pas untuk menggambarkan toman, mungkin kata itu adalah predator.

USGS menyebut giant snakehead sebagai predator siang hari yang memakan ikan, katak, dan bahkan burung. FishBase menambahkan bahwa makanan utamanya adalah ikan, walau juga memakan beberapa krustasea. Ini menjelaskan kenapa toman sering dianggap agresif dan dominan di habitatnya.

Cara berburu toman cenderung langsung dan efisien. Ia tidak perlu bergerak terlalu jauh tanpa tujuan. Begitu ada mangsa yang masuk jarak sergap, ikan ini akan bergerak cepat. Karena tubuhnya panjang dan tenaganya besar, toman sangat efektif di perairan yang tidak terlalu deras. Ia bisa bersembunyi di dekat vegetasi, lalu menyerang dari jarak dekat. Ini adalah inferensi yang selaras dengan habitat tenang-bervegetasi yang dicatat FishBase dan AGRIS.

Toman juga punya pola reproduksi yang menarik. USGS menjelaskan ikan ini membuat sarang berbentuk lingkaran yang dibersihkan dari vegetasi, telur-telurnya naik di kolom air, lalu induk menjaga telur dan anak setelah menetas. FishBase juga menyebut pemijahan terjadi di aliran kecil dengan vegetasi rapat. Jadi toman bukan tipe ikan yang bertelur lalu pergi begitu saja.

Di sinilah muncul alasan lain kenapa toman cukup terkenal di kalangan pemancing. Induk toman dikenal menjaga anak. Dalam banyak situasi, kehadiran gerombolan anak kecil di permukaan air justru menjadi tanda bahwa di dekat situ ada induk yang siaga. Walau detail perilaku lapangan bisa bervariasi, dasar biologinya memang ada: USGS menyebut parental guarding terjadi setelah telur menetas.

Toman dan Perbedaannya dengan Gabus

Banyak orang menyamakan toman dengan gabus, dan itu wajar karena keduanya masih sama-sama snakehead. Tapi kalau diperhatikan, toman biasanya jauh lebih besar, kepalanya lebih lebar, dan penampilannya lebih “keras.” Juvenil toman juga punya warna merah-oranye bergaris yang jauh lebih mencolok. Sementara pada banyak jenis gabus lain, tampilan mudanya tidak seagresif itu. Penjelasan ini bertumpu pada karakter umum snakehead dari Britannica dan deskripsi juvenil toman dari USGS/FishBase.

Selain itu, citra toman sebagai predator kuat juga lebih tebal. Bukan berarti gabus kecil tidak buas, tetapi toman memang tumbuh menjadi ikan yang jauh lebih besar. Karena itu, dalam pembahasan konsumsi, pemancingan, maupun biologi perairan, toman sering ditempatkan di kelas yang berbeda.

Apakah Ikan Toman Bisa Dikonsumsi?

Ya, ikan toman bisa dikonsumsi dan memang dimanfaatkan sebagai ikan pangan. FishBase secara langsung mencatat Channa micropeltes sebagai food fish atau ikan makanan. Di berbagai daerah Asia Tenggara, giant snakehead juga dikenal dalam perdagangan, kuliner lokal, dan bahkan kadang dibahas karena kandungan proteinnya.

Yang membuat toman cukup menarik sebagai ikan konsumsi adalah dagingnya. Teksturnya cenderung padat dan tidak cepat hancur. Untuk ikan predator air tawar, ini jadi nilai plus karena daging seperti itu lebih fleksibel saat dimasak. Ia bisa dibakar, diasap, dipindang, digoreng, atau diolah dengan kuah berbumbu kuat.

Kandungan Gizi Ikan Toman

Tabel Gizi Ikan Toman per 100 Gram

Komponen gizi Kandungan umum
Energi 76 kkal
Protein 15 g
Lemak 1,4 g
Karbohidrat 0 g
Air 83,6 g
Kolesterol 67 mg
Kalium 380 mg
Sodium 219 mg
Kalsium 22 mg

Sumber tabel: data nutrisi umum snakehead fish per 100 gram.

Kalau melihat komposisinya, bagian yang paling menonjol tetap protein. Ini yang membuat toman cukup menarik sebagai ikan air tawar untuk lauk. Lemaknya juga tidak tinggi pada data tersebut. Jadi, dalam pembahasan pangan sehari-hari, toman bisa dilihat sebagai ikan berdaging padat dengan protein yang cukup baik.

Selain itu, ada pembahasan lain yang cukup sering muncul di Indonesia, yaitu soal albumin. Artikel JPHPI dari IPB menyebut toman termasuk salah satu ikan yang diteliti profil protein albuminnya, bersama gabus dan betutu. Artinya, toman memang bukan hanya sebagai ikan konsumsi biasa, tetapi juga menarik dari sisi kandungan proteinnya.

Budidaya Ikan Toman

cara budidaya ikan toman

Budidaya ikan toman tidak seumum lele, nila, atau patin, tetapi tetap memungkinkan dilakukan, terutama untuk tujuan pembesaran, konservasi terbatas, riset, atau pemanfaatan ikan konsumsi. Yang perlu dipahami sejak awal, toman adalah ikan predator. Jadi pendekatan budidayanya tidak bisa disamakan dengan ikan air tawar yang lebih jinak dan lebih mudah dipelihara dalam kepadatan tinggi.

Tantangan utama budidaya toman biasanya ada pada sifat alaminya. Ikan ini agresif, tumbuh besar, dan membutuhkan ruang gerak yang lebih luas. Selain itu, karena termasuk ikan yang mampu mengambil udara langsung dari atmosfer, kolam atau wadah budidaya juga perlu dirancang agar tetap mendukung kebiasaan alaminya.

1. Memilih Lokasi dan Wadah Budidaya

Toman lebih cocok dibudidayakan di kolam tanah, kolam beton berukuran cukup besar, atau keramba pada perairan yang relatif tenang. Wadah budidaya yang terlalu sempit membuat ikan mudah stres, pertumbuhannya tidak optimal, dan risiko persaingan antarindividu menjadi lebih tinggi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk wadah budidaya:

  • ukuran kolam cukup luas
  • kedalaman air memadai
  • air tidak mengalir terlalu deras
  • ada area teduh
  • kualitas air stabil
  • tidak terlalu padat

Karena toman punya karakter predator dan ukuran tubuhnya besar saat dewasa, ruang menjadi faktor penting. Kolam yang terlalu padat bisa memicu persaingan makan dan luka akibat gesekan atau serangan antarikan.

2. Menyiapkan Air dan Lingkungan Kolam

Walau toman dikenal tahan di perairan dengan kadar oksigen rendah, itu bukan berarti kualitas air bisa diabaikan. Dalam budidaya, kestabilan air tetap penting agar ikan tumbuh sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Air budidaya idealnya tidak tercemar, tidak terlalu dangkal, dan tidak mengalami perubahan mendadak. Di kolam tanah, keberadaan mikroorganisme alami kadang membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendekati habitat asal ikan. Sementara di kolam buatan, pengelolaan air perlu lebih teratur agar sisa pakan tidak menumpuk.

Hal-hal yang umum dijaga:

  • air tidak berbau busuk
  • suhu relatif stabil
  • tidak ada penumpukan sisa pakan
  • permukaan air tetap mudah diakses ikan
  • kolam tidak terlalu terbuka dan panas sepanjang hari

3. Pemilihan Benih atau Indukan

Untuk budidaya pembesaran, kualitas benih sangat menentukan. Benih toman yang baik umumnya bergerak aktif, tubuhnya utuh, respons terhadap pakan bagus, dan tidak menunjukkan gejala lemah atau luka.

Kalau tujuannya lebih ke pembenihan, indukan juga harus dipilih dengan lebih ketat. Induk yang sehat biasanya punya tubuh proporsional, gerakan kuat, dan tidak ada cacat fisik. Karena toman termasuk ikan yang menjaga telur dan anak, aspek perilaku alami seperti kesiapan memijah juga menjadi penting.

Dalam praktik lapangan, benih yang ukurannya seragam biasanya lebih aman dipelihara bersama. Perbedaan ukuran yang terlalu jauh bisa meningkatkan risiko dominasi dan persaingan, apalagi karena toman punya naluri predator yang kuat.

4. Pakan untuk Budidaya Toman

Sebagai ikan predator, toman membutuhkan pakan berprotein tinggi. Pada fase awal, benih biasanya diberi pakan yang ukurannya sesuai dengan bukaan mulutnya. Setelah lebih besar, pakan bisa berkembang ke ikan kecil, potongan daging ikan, atau pakan buatan tinggi protein jika ikan sudah terbiasa.

Pakan yang umum dipakai dalam budidaya toman antara lain:

  • ikan kecil
  • potongan ikan segar
  • udang kecil
  • cacing atau hewan air tertentu pada fase awal
  • pelet tinggi protein, bila adaptasi berhasil

Tantangan dalam pemberian pakan toman ada pada kebiasaannya sebagai predator alami. Tidak semua ikan toman langsung mudah menerima pakan buatan. Karena itu, transisi pakan sering perlu dilakukan secara bertahap. Pada tahap ini, konsistensi pemberian pakan sangat berpengaruh.

5. Mengatur Kepadatan Tebar

Kepadatan tebar harus diperhatikan lebih serius dibanding ikan air tawar biasa. Toman yang dipelihara terlalu padat bisa lebih cepat stres, pertumbuhannya tidak merata, dan risiko konflik meningkat. Karena itu, budidaya toman lebih aman memakai kepadatan yang moderat dan disesuaikan dengan ukuran kolam serta ukuran ikan.

Semakin besar ukuran ikan, semakin besar juga kebutuhan ruangnya. Jadi, kepadatan yang masih aman pada fase benih belum tentu cocok saat ikan masuk fase pembesaran lanjutan.

6. Pembesaran dan Pemantauan Pertumbuhan

Pada fase pembesaran, fokus utama ada pada tiga hal: pakan, kualitas air, dan keseragaman ukuran. Pertumbuhan toman bisa cukup baik bila kebutuhan makan tercukupi dan lingkungan tidak terlalu menekan.

Pemantauan rutin biasanya dilakukan untuk melihat:

  • apakah ikan aktif
  • apakah nafsu makan stabil
  • apakah ada ikan yang tertinggal jauh pertumbuhannya
  • apakah ada tanda luka atau penyakit
  • apakah air mulai menurun kualitasnya

Sortasi atau pemisahan kadang diperlukan kalau ada perbedaan ukuran yang terlalu jauh. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko ikan kecil kalah bersaing atau menjadi target serangan.

7. Tantangan dalam Budidaya Toman

tantangan budidaya ikan toman

Budidaya toman memang menarik, tetapi tidak bisa dibilang sederhana. Ada beberapa tantangan yang cukup khas pada ikan ini, yaitu:

  • sifat predator yang kuat
  • kebutuhan ruang lebih besar
  • adaptasi pakan buatan yang tidak selalu mudah
  • potensi persaingan antarikan
  • pertumbuhan yang bisa tidak merata bila manajemen kurang rapi

Karena itu, budidaya toman lebih cocok dilakukan oleh pembudidaya yang sudah cukup paham manajemen kolam dan karakter ikan predator air tawar.

Cara Merawat Ikan Toman

Perawatan ikan toman berbeda dari ikan hias kecil atau ikan konsumsi yang lebih pasif. Walau dikenal kuat dan adaptif, toman tetap perlu dirawat dengan pendekatan yang sesuai dengan sifat alaminya. Ikan ini besar, aktif, dan punya naluri berburu yang kuat. Jadi, perawatannya lebih menekankan kestabilan lingkungan, kecukupan ruang, dan kecocokan pakan.

perawatan ikan toman

1. Sediakan Ruang yang Cukup

Toman bukan ikan untuk wadah sempit. Bahkan sejak ukuran menengah, ikan ini butuh ruang gerak yang memadai. Kalau dipelihara di tempat terlalu kecil, ikan mudah stres, gerakannya terbatas, dan kondisi fisiknya bisa menurun.

Untuk perawatan, wadah harus disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan. Semakin besar ikannya, semakin penting ruang geraknya. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tetapi juga soal kesehatan jangka panjang.

2. Jaga Kualitas Air Tetap Stabil

Perawatan toman tetap bergantung pada kualitas air. Walau ikan ini mampu bertahan di perairan dengan oksigen rendah, air yang kotor dan tidak terkontrol tetap bisa menimbulkan masalah.

Yang perlu dijaga dalam perawatan harian:

  • air tidak terlalu keruh oleh limbah pakan
  • tidak ada bau busuk
  • pergantian air dilakukan bertahap
  • suhu tidak berubah drastis
  • kolam tidak terlalu penuh endapan organik

Kestabilan jauh lebih penting daripada perubahan ekstrem. Air yang diganti terlalu mendadak atau lingkungan yang terlalu sering berubah justru bisa membuat ikan drop.

3. Beri Pakan Sesuai Ukuran dan Kebiasaan Makan

Karena toman adalah predator, pemberian pakan harus menyesuaikan ukuran ikan dan naluri makannya. Ikan yang masih kecil tentu tidak bisa diberi pakan seperti toman dewasa. Selain itu, jumlah pakan juga harus dikontrol agar tidak berlebihan.

Perawatan makan yang baik biasanya mencakup:

  • pakan sesuai ukuran bukaan mulut
  • jadwal makan teratur
  • tidak memberi pakan berlebihan
  • memantau sisa pakan setelah pemberian
  • memastikan ikan tetap responsif saat makan

Kalau ikan mulai menurun respons makannya, itu sering menjadi tanda awal bahwa ada masalah pada kondisi tubuh atau lingkungannya.

4. Kurangi Stres Lingkungan

Ikan toman cenderung kuat, tetapi tetap bisa stres kalau lingkungannya terlalu terganggu. Kolam yang terlalu ramai, terlalu sering diganggu, atau tidak punya area teduh bisa membuat ikan sulit tenang.

Perawatan yang baik biasanya menjaga agar:

  • ikan tidak terlalu sering dipindahkan
  • kolam tidak terus-menerus terganggu
  • tidak ada kebisingan atau getaran berlebihan di sekitar wadah
  • ada bagian kolam yang terasa aman bagi ikan

Pada ikan predator seperti toman, stres berkepanjangan bisa membuat perilaku makan berubah dan pertumbuhan menjadi kurang optimal.

5. Pantau Kondisi Fisik Ikan

Perawatan toman juga berarti rutin memperhatikan kondisi fisiknya. Ikan yang sehat biasanya aktif, tubuhnya utuh, gerakannya mantap, dan respons terhadap pakan tetap baik.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • luka pada tubuh
  • gerakan terlalu lemah
  • ikan lebih sering diam tidak normal
  • nafsu makan turun
  • tubuh terlihat kurus
  • ada perubahan perilaku mendadak

Pengamatan seperti ini penting karena masalah pada ikan besar sering baru terlihat jelas setelah kondisinya mulai menurun.

6. Pisahkan Bila Ada Risiko Persaingan

Pada ukuran tertentu atau dalam kepadatan tertentu, toman bisa menunjukkan dominasi yang lebih kuat. Kalau ada ikan yang jauh lebih kecil, lebih lemah, atau terus kalah saat makan, pemisahan bisa diperlukan.

Langkah ini penting untuk:

  • mengurangi stres
  • mencegah luka
  • menjaga pertumbuhan lebih merata
  • mengurangi persaingan pakan

Dalam perawatan toman, memahami perilaku ikan sama pentingnya dengan menjaga kualitas air.

7. Sesuaikan Tujuan Pemeliharaan

Perawatan toman juga perlu dilihat dari tujuan pemeliharaannya. Toman untuk konsumsi, pembesaran, display, atau indukan tentu tidak selalu dirawat dengan pola yang sama. Ikan yang dipelihara untuk pembesaran lebih fokus pada efisiensi pakan dan pertumbuhan. Sementara ikan yang dipelihara sebagai induk perlu dijaga kebugaran dan stabilitas lingkungannya. Selain itu juga ikan toman pun bisa dijadikan sebagia hobi untuk dijadikan sebagai fishkeeping di akuaroum atau di kolam rumah.

Ikan Toman Menarik Bukan Hanya karena Ukurannya

Ikan toman bukan hanya menarik karena ukurannya besar dan sifatnya predator, tetapi juga karena karakter biologisnya memang kuat. Ia hidup di habitat air tawar yang khas, mampu bertahan di lingkungan dengan oksigen rendah, dan punya pola berburu yang efisien. Di sisi lain, toman juga punya nilai sebagai ikan konsumsi dan bisa dibudidayakan, meski penanganannya tidak sesederhana ikan air tawar yang lebih jinak.

Hal itu yang membuat toman terasa berbeda dibanding banyak ikan air tawar lain, tidak berhenti pada bentuk tubuh atau sifat buasnya saja, tetapi juga menyentuh cara hidup, kemampuan adaptasi, hingga nilai praktisnya bagi manusia. Jadi, toman bukan sekadar ikan predator yang kuat di alam. Ia juga merupakan spesies air tawar yang relevan dibahas dari sisi ekologi, konsumsi, dan budidaya karena punya peran yang cukup luas dalam kehidupan perairan maupun pemanfaatan oleh masyarakat.

1. Apa itu ikan toman?

Ikan toman adalah ikan air tawar predator bernama ilmiah Channa micropeltes yang dikenal juga sebagai giant snakehead.

2. Ikan toman hidup di mana?

Toman hidup di rawa, sungai dataran rendah, danau, waduk, dan kanal dengan air tenang atau aliran lambat.

3. Apakah ikan toman sama dengan gabus?

Tidak. Toman masih satu kelompok snakehead, tetapi spesiesnya berbeda dan ukurannya jauh lebih besar.

4. Apa makanan ikan toman?

Makanan utamanya adalah ikan lain, tetapi toman juga bisa memangsa krustasea, katak, dan hewan air kecil.

5. Kenapa anak ikan toman berwarna merah?

Karena juvenil toman memang memiliki warna merah-oranye dengan garis gelap sebelum berubah lebih gelap saat dewasa.

6. Apakah ikan toman bisa bernapas dari udara?

Ya. Toman termasuk ikan yang bisa mengambil udara langsung dari atmosfer.

7. Apakah ikan toman bisa dimakan?

Bisa. Toman termasuk ikan konsumsi dan dimanfaatkan sebagai ikan pangan.

8. Apakah ikan toman bisa dibudidayakan?

Bisa, tetapi budidayanya lebih menantang karena toman adalah ikan predator dan butuh ruang serta pakan yang sesuai.

9. Apakah ikan toman menjaga anaknya?

Ya. Induk toman diketahui menjaga telur dan anak setelah menetas.

Tinggalkan komentar